Struktur dan Bentuk Akulturasi Budaya pada Novel Merdeka Sejak Hati karya Ahmad Fuadi sebagai Bahan Pembelajaran Sastra

Dewangga Adimas Saputra, Cahyo Hasanudin, Joko Setiyono

Abstract


 

abstrak— Penelitian ini bertujuan: (1) Menganalisis struktur akulturasi budaya dalam novel Merdeka Sejak Hati karya Ahmad Fuadi, (2) Memperoleh bentuk akulturasi budaya yang jelas, objektif, sistematis, dan cermat mengenai fakta-fakta yang didapat dari kata, frasa, dan kalimat dalam novel Merdeka Sejak Hati, dan (3) Mendeskripsikan relevansi hasil penelitian dalam novel Merdeka Sejak Hati karya Ahmad Fuadi sebagai bahan pembelajaran sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif bersifat deskriptif. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca catat dan riset kepustakaan. Pada teknik keabsahan data menggunakan metode trianggulasi sumber data dan trianggulasi teori. Pada teknik analisis data menggunakan analisis isi (Content Analysis). Hasil penelitian ini yakni mendaptkan gambaran unsur intrinsik dalam novel Merdeka Sejak Hati karya Ahmad Fuadi dengan melakukan pencatatan paparan bahasa yang berupa kata, kalimat, maupun paragraf yang terdapat dalam novel serta menyimpulkan hasil analisis sesuai dengan penelitian serta mengelompokkan teks yang mengandung aspek akulturasi budaya dan mengklasifikasikan sesuai dengan pendekatan antropologi sastra, serta keterkaitan atau relevansinya sebagai bahan pembelajaran sastra. Dan juga mampu menghasilkan unsur intrinsik dalam novel Merdeka Sejak Hati.

 

Kata kunci— Unsur Intrinsik Novel, Akulturasi Budaya, Antropologi Sastra, Relevansi Sebagai Bahan Pembelajaran sastra.

 

 

Abstract— This study aims to: (1) analyze the structure of cultural acculturation in the novel Merdeka Since Hati by Ahmad Fuadi, (2) obtain a clear, objective, systematic, and accurate form of cultural acculturation regarding the facts obtained from words, phrases, and sentences in the novel Merdeka since the Heart, and (3) describe the relevance of the research results in the novel Merdeka since the heart by Ahmad Fuadi as a literary learning material. The method used in this study is a descriptive qualitative approach. The data collection used in this research is reading and writing techniques and library research. In the data validity technique, the data source triangulation method and theoretical triangulation method are used. In the data analysis technique using content analysis (Content Analysis). The results of this study are to get a description of the intrinsic elements in the novel Merdeka Since Heart by Ahmad Fuadi by recording language exposure in the form of words, sentences, and paragraphs contained in the novel and concluding the results of the analysis according to the research and classifying texts containing aspects of cultural acculturation and classifying in accordance with the approach of literary anthropology, as well as its relevance or relevance as literature learning materials. And also able to produce intrinsic elements in the novel Merdeka Since the Heart.

 

Keywords— Novel IntrinsicNovel, Cultural Acculturation, Literary Anthropology, Relevance as Literary Learning Materials.


Full Text:

PDF

References


ASAN, Moh; BIN, Shafiq. Akulturasi Budaya Islam dan Lokal dalam Tradisi Bergendang di Kampung Rantau Panjang, Kuching Sarawak, Malaysia. 2015. PhD Thesis. (UIN Sunan Ampel Surabaya).

CARAKA. 1(1): 83-87. 21 Rahmanto, B. 2005. Metode Pengajaran Sastra. Yogyakarta: Kanisius. Rahmat, Lutfi Irawan. 2019. Kajian Antropologi Sastra dalam Cerita Rakyat Kabupaten Banyuwangi pada Masyarakat Using. Jurnal Kredo. 3(1): 83-93.

IRSYAD, Muhammad Ilham. Akulturasi Budaya dalam Arsitektur Masjid Tua Al-Hilal Katangka. 2018. PhD Thesis. (Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar).(2014).

Istilah akulturasi Redfield, Linton dan Herskovitz 1939,dalam Berry, 2005,Waluyo: 2011, Latin novellus. Menurut Lubis (2018) Istilah roman.

Jakarta: Rineka Cipta. Lantowa, Jafar; A. Bagtayan, Zilfa A. 2017. Sitem Religi Masyarakat Jawa dalam Novel Mantra Pejinak Ular Karya Kuntuwijoyo (Kajian Antropologi Sastra). 6:79-93.

Juanda dan Azis (2018) karya sastra. Antropologi sastra Poyatos (dalam Endraswara, 2013: 3). Abraham (2017: 55) novel karya fiksi.

Koentjaranigrat (dalam Ratna 2011), Kebudayaan. K, T. Oakley (dalam buku Man The ToolMaker: 1950). Abidin 2012 Materi Pembelajaran. Pane (dalam Prastowo 2011). Ruhimat 2011, Widodo dan Jasmadi ( dalam Lestari : 2013) Kurikulum. Iskandar Wasid 2011, Suprihantiningrum 2013, Prinsip Pembelajaran. Ismawati 2013 Materi. Rahamto 1988, Kebudayaan Siswa. Gunarsa 2007, Pisikologi. Gunarsa 2001 Pesan dan Tangung Jawab.

Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi.

Moleong, Lexy J. 2007. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mujiyanto dan Fuady 2011 Pembelajaran Sastra. Sunata, Saddhono dan Hastuti 2014 Guru sebagai Tenagga Pendidik. Emzir dan Saifur 2015 Tujuan Kasus. Schiller ( dalam Wibowo 2013) Tujuan Pembelajaran Sastra. Muslich: 2011, Rahamamto 1988 Moral. Koentjaraningrat. (1990). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Novitasari, Tukur; Dermawan, Rusdian Noor. 2014. Manusia Bali Dalam Novel Tarian Bumi Karya Oka Rusmini: Tinjauan Antropologi Sastra.

Paramita 2010, (Nurgiyantoro: 2013.unsur intrisik. Paramita, A. A. (2010). Citra Wanita dalam Novel Tabula Rasa Karya Ratih Kumala: Tinjauan Sastra Feminis (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta). Retrieved from http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/9650

PURNAMASARI, Yanita Dwi (2014). Akulturasi Budaya Jawa Dan Budaya Islam Pada Bangunan Masjid Agung Demak.

Rahaningmas, S. A., & Insani, N. M. (2018). Pengaluran Atau Pemplotan Dalam Karya Sastra. DOI https://doi.org/10.31227/osf.io/79yhj.

Rahayu, I. (2014). Analisis Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer dengan Pendekatan Mimetik. Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, http://www.fkip-unswagati.ac.id/ejournal/index.php/deik.

Saputri, Dini Nur’ainy Gita; Wijaya, Dhanu Widi; Huda, Miftakhul. 2015. Budaya dalam Novel Memang Jodoh dan Siti Nurbaya Karya Marah Rusli Serta Tradisi Pernikahan Minangkabau: Perspektif Kajian Sastra Bandingan. Sastra, Pendidikan Karakter dan Industri Kreatif. 184-191. https://publikasiilmiah.ums.ac.id/xmlui/handle/11617/5603

Stanton Nurgiyantoro: 2013, Sudjiman Rokhmansyah: 2014 Kasnadi dan Sutejo 2010. Tema Waluyo (2011), Sumardjo Rokhmansyah 2014, Rahaningmas dan Insani 2018. Alur/Plot.

Sudikan, Setya Yuwana. 2007. Antropologi sastra. Surabaya: Unesa University 2017. Pengantar Pembelajaran Sastra: Sajian dan Kajian Hasil Riset Malang. Universitas Brawijaya Press (UB Press).

Welek dan Weren 1990, Nurgiantoro 2013 Unsur Ekstrinsik. Redfield, Linton dan Herskovitz (1939 dalam Beryy, 2005) Akulturasi Budaya.Mengacu Zane dan Mak 2003. Hazudu 1988, Definisi. Suyono (1995:208) Akulturasi. Hasyim 201, Nardy 2012, Penjelasan Akulturasi.

Wicak Sono 2014, Sebayang 2020, Sudut Pandang. Pujiharto 2012, Nurgiantoro ( dalam Nadya 2018 ). Tokoh dan Penokohan. Nurgiantoro 2013, Sudut Pandang dan Tinjauan.Rokhmansyah 2014, Amanat. Wicaksono, A. (2014). Menulis Kreatif Sastra: dan Beberapa Model Pembelajarannya. Garudhawaca.Retrievedfrom https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=Q_wYAwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PP1&dq=Sudut+pandang+sebenarnya+adalah+strategi,+siasat,+teknik+yang+memang+sengaja+dipilih+oleh+pengarang+untuk+mengutarakan+gagasan+dan+ide+cerita.&ots=SMcazKbPOY&sig=4rkL6kkRlIh4pWVB-JoHmCSS7Uw&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false

Wicaksono, Arif; S, Nas Hartati; Sumartini. 2014. Novel Negeri 5 Menara Karya Amad Fuadi Sebaia Pilihan Bahan Ajar Sastra Indonesia di SMA. Jurnal Sastra Indonesia. 3(1): 1-9. Zuve, Farel Olva. Akulturasi Budaya dalam Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata. Languages and Linguistics.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.