Analisis Gaya Bahasa pada Novel Selamat Tinggal karya Tere Liye dan Hubunganya dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA

Riski Andrean Ardiansyah, Masnuatul Hawa, Joko Setiyono

Abstract


abstrak— Gaya Bahasa adalah bahasa yang dapat berupa kiasan, ibarat, atau perumpamaan yang bertujuan untuk mempercantik makna dan pesan sebuah kalimat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan gaya bahasa yang di gunakan novel Selamat Tinggal karya Tere liye  dan mendiskripsikan dan menjelaskan hubungan gaya bahasa novel Selamat Tinggal karya Tere Liye dengan pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Subjek penelitian, yakni novel “Selamat Tinggal” karya Tere Liye yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2020 dengan tebal buku 360 halaman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Dengan Teknik analisis trigulasi dan Teknik reduksi data. Data penelitian ini adalah gaya bahasa yang terdapat pada novel Selamat Tinggal karya Tere Liye. Prosedur penelitian meliputi: (1) Memahami jenis-jenis gaya Bahasa, kemudian membaca serta menelaah novel terjemahan Selamat Tinggal (2) Mencatat berupa gaya bahasa (3) Mengklasifikasikan data yang di peroleh (4) Mendeskripsikan gaya bahasa yang di peroleh (5) Menyimpulkan hasil analisis. Hasil penelitian ini ditemukan sebanyak 63 penggunaan gaya bahasa secara keseluruhan, yakni majas asosiasi sebanyak 28, Majas metafora 8, Majas personifikasi 4, Majas dipersonifikasi 1, Majas Hiperbola 4, Majas Paradoks 4, Majas Ironi 4, Majas Zeungma 1, Majas Litotes 1, Majas Metonomia 4, Majas Alusi 1, Majas Epitet 1, Majas Erotesis 1, Majas simploke, 2. Dalam 4 pengklasifikasian, yakni gaya bahasa perbandingan, pertentangan, pertautan dan perulangan. Penggunaan gaya bahasa yang dominan adalah gaya bahasa asosiasi dengan penggunaan sebanyak 28 gaya Bahasa.

Kata kunci— Analisis Gaya Bahasa, Novel, Pembelajaran, Bahasa Indonesia.

 

 

Abstract— Language style is language that can be in the form of figures of speech, like, or similes that aim to beautify the meaning and message of a sentence. This study aims to describe and explain the style of language used in Tere Liye's Selamat Stay novel and to describe and explain the relationship between Tere Liye's novel Selamat Stay and Indonesian language learning in high school. The subject of the research, namely the novel "Goodbye" by Tere Liye published by Gramedia Pustaka Utama in 2020 with a book thickness of 360 pages. This research uses descriptive qualitative research method. With trigulation analysis techniques and data reduction techniques. The data of this research is the style of language contained in the novel Selamat Stay by Tere Liye. The research procedures include: (1) Understanding the types of language styles, then reading and studying the novel Translated Goodbye (2) Taking notes in the form of language styles (3) Classifying the data obtained (4) Describing the language styles obtained (5) Concluding analysis results. The results of this study found that there were 63 use of language styles in total, namely 28 associations, metaphor 8, personified figure 4, personified figure 1, Hyperbole 4, Paradox 4, Irony figure 4, Zeungma figure 1, Litotes figure 1, Metonomia 4, Alusi 1, Epitet 1, Erothesis 1, Simploke, 2. In 4 classifications, namely comparison, contradiction, linkage and repetition. The dominant style of language use is association language style with the use of 28 language styles.

 

Keywords— Language style analysis, Novel, Learning, Indonesian


Full Text:

PDF

References


Endang, Dwi Lestari, dkk. 2005. Pelajaran Bahasa Sastra dan Indonesia. Klaten: PT Intan Pariwara.

Hartani, A., & Fathurohman, I. (2018). peningkatan kualitas pembelajaran menyimak cerita pendek melalui model picture and picture berbantuan media cd cerita pada siswa kelas v sd 1 mejobo kudus. Kredo: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra, 2(1), 17-38. DOI: https://doi.org/10.24176/kredo.v2i1.2576

Ibrahim, S. (2017). Analisis Gaya Bahasa Dalam Kumpulan Novel Mimpi Bayang Jingga Karya Sanie B. Kuncoro. Jurnal Sasindo Unpam, 3(3). DOI: http://dx.doi.org/10.32493/sasindo.v3i3.%25p

Keraf, Gorys. 2004. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Kusmarwanti. 2005. “Teenlit dan Budaya Menulis di Kalangan Remaja”, dalam Pangesti Widarti (ed). MenujuBudaya Menulis, suatu Bunga Rampai. Yogyakarta: Tiara Wacana.

La Madi, N. (2018, February). Sastra lama sebagai wahana pembelajaran moral dan karakter bangsa. In Prosiding Seminar Nasional Bahasa dan Sastra Indonesia (SENASBASA) (Vol. 1, No. 1).

Melati, M (2019). Analisis Konflik Tokoh Dalam Novel Rindu Karya Tere Liye Berdasarkan Pendidikan Pesikologi Sastra. Ikip Siliwangi Bandung,Indonesia. Retrieved from https://www. Journal.ikipsiliwangi.ac.id/index.php/parole/article/view/2691

Nurgiantoro, B. 2013. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Nurgiyantoro, Burhan. 2007. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada Press.https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=l8INt5gAAAAJ&citation_for_view=l8INt5gAAAAJ:hFOr9nPyWt4C

Ratna, Nyoman Kunta. 2006. Teori, Metode, Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sari Nurmalia (2017). Kekerasan Perempuan Dalam Novel bab rambut di belah tujuh karya muhammad makhdlori jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia. Retrieved froms https://jurnal.unigal.ac.id/index.php/literasi/article/view/792/696

Tarigan, Henry Guntur. 1985. Prinsip-prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa. 2013. Pengajaran Gaya Bahasa. Bandung: Angkasa.

Tim Penyusun.2014. Pedoman Penulisan Skripsi. Matangglumpangdua : FKIP Universitas Almuslim.

Wahyudi, T. (2011). Analisis Gaya Bahasa pada Novel Sang Pencerah Karya Akmal Nasery Basral (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta). http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/15566

Zainal, A. (2011). universitas pendidikan dalam sastra. Shautut Tarbiyah, 17(2), 18-26. DOI: https://doi.org/10.53400/mimbar-sd.v1i2.882


Refbacks

  • There are currently no refbacks.